Popular Posts
-
TAKE NOTE THIS ! Assalamualaikum [ KEMPEN SIFAR GHIAB ] InsyaAllah bermula hari ini di bawah unit Pembangunan Akademik MMY serta ker...
-
[ COUNTDOWN RAMADHAN ] 30 hari lagi InsyaAllah . persiapkan diri semua ! menuju Ramadhan, bulan yang mulia, penuh barakah. اَللُهُمَّ بَا...
-
Assalamualaikum wbt Tahniah diucapkan kepada adik-adik yang berjaya melanjutkan pengajian ke Jordan dan Barisan Kepimpinan Baksi...
Labels
- AGM
- Biro Dakwah dan Intelektual
- Biro Ekonomi
- Biro Multimedia dan Publisiti
- Biro Zakat dan Biasiswa
- iklan
- Kepimpinan
- program
- Study in Jordan
Text Widget
Persatuan Zon
Labels
- AGM
- Biro Dakwah dan Intelektual
- Biro Ekonomi
- Biro Multimedia dan Publisiti
- Biro Zakat dan Biasiswa
- iklan
- Kepimpinan
- program
- Study in Jordan
Jom klik !
Recent Posts
Badan Kebajikan Anak Negeri
Download
Ordered List
Badan Kebajikan Mahasiswa Sabah Jordan. Powered by Blogger.
Tags
- AGM
- Biro Dakwah dan Intelektual
- Biro Ekonomi
- Biro Multimedia dan Publisiti
- Biro Zakat dan Biasiswa
- iklan
- Kepimpinan
- program
- Study in Jordan
About Me
Followers
About Me
(Biro Dakwah dan Intektual)
Ibn Al-Baitar
Ibn Al-Baitar
Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi adalah salah satu ilmuwan terbesar Muslim Sepanyol dan merupakan ahli botani dan ahli farmasi terbesar Zaman Pertengahan.
Beliau dilahirkan di bandar Sepanyol Malaqa (Malaga) menjelang akhir abad ke-12 dan dikatakan meninggal dunia pada 1248 M. Dia belajar botani daripada Abu al-Abbas al-Nabati, seorang ahli botani dipelajari, dengan siapa ia mula mengumpul tanaman di dalam dan sekitar Sepanyol.
Pada 1219 ia meninggalkan Sepanyol pada ekspedisi mengumpul tanaman dan melakukan perjalanan di sepanjang pantai utara Afrika hingga Asia Kecil. Cara yang tepat perjalanannya (apakah lewat darat atau laut) tidak diketahui, tetapi ia melawat stesen utama termasuk Bugia, Qastantunia (Constantinople), Tunisia, Tripoli, Barqa dan Adalia.
Pada 1219 ia meninggalkan Sepanyol pada ekspedisi mengumpul tanaman dan melakukan perjalanan di sepanjang pantai utara Afrika hingga Asia Kecil. Cara yang tepat perjalanannya (apakah lewat darat atau laut) tidak diketahui, tetapi ia melawat stesen utama termasuk Bugia, Qastantunia (Constantinople), Tunisia, Tripoli, Barqa dan Adalia.
Selepas 1224 ia memasuki perkhidmatan al-Kamil, gabenor Mesir, dan diangkat menjadi ketua ahli tanaman obat. Pada 1227 al-Kamil menghulurkan dominasi ke Damsyik, dan Ibn al-Baitar menemani dia di sana yang memberinya kesempatan untuk mengumpul tumbuhan di Syria kajian tentang tanaman-Nya diperpanjang atas kawasan yang luas: termasuk Saudi dan Palestin, yang dia baik mengunjungi atau ditapis untuk mengumpul tanaman daripada stesen terletak di sana. Dia meninggal di Damsyik pada 1248.
Sumbangan utama Ibn Baitar , Kitab al-Jami fi al-Adwiya al-Mufrada, adalah salah satu kompilasi botani terbesar berurusan dengan tanaman ubat dalam Bahasa Arab. Kitab tersebut menikmati status yang tinggi di kalangan ahli botani hingga abad ke-16 dan merupakan kerja sistematik yang merangkumi karya-karya sebelumnya, dengan kritik kerana, dan menambah sebahagian besar sumbangan yang sebenar.
Ensiklopedianya terdiri daripada 1,400 item yang berbeza, sebahagian besar tanaman obat dan sayuran, dari sekitar 200 tanaman yang tidak dikenali sebelumnya. Buku merujuk pada karya kebanyakan sekitar 150 penulis Arab, dan buku tersebut juga mengenai sekitar 20 awal saintis Greece. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan diterbitkan tahun 1758.
Risalah monumental kedua Kitab al-Mlughni fi al-Adwiya al-Mufrada adalah ensiklopedia perubatan. Obat berdaftar sesuai dengan nilai therapeutical. Jadi, yang 20 bab yang berbeza berurusan dengan bantalan tanaman signifikansi untuk penyakit kepala, telinga, mata, dan lain-lain Pada masalah pembedahan beliau telah sering dikutip ahli bedah Muslim yang terkenal, Abul Qasim Zahrawi.
Selain bahasa Arab, Baitar telah memberikan nama Greek dan Latin daripada tanaman, sehingga memudahkan pemindahan pengetahuan. Sumbangan Ibn Baitar dicirikan dengan pengamatan, analisis dan klasifikasi dan telah diberikan pengaruh yang mendalam di Timur mahupun Barat botani dan perubatan. Meskipun Jami diterjemahkan / diterbitkan terlambat dalam Bahasa-bahasa barat seperti yang disebutkan di atas, namun banyak saintis sebelumnya telah mempelajari pelbagai bahagian daripada buku dan membuat beberapa rujukan untuk itu.
Ibn Al-Baitar Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi adalah salah satu ilmuwan terbesar Muslim Sepanyol dan...
FADLYAHMAD.COM
Biro Dakwah dan Intelektual
~Syeikh Muhammad Mahfuz Bin Abdullah Attarmisi~
1:42 AM Unknown 0 Comments
Syeikh Muhammad Mahfuz Bin Abdullah Attarmisi ulamak nusantara
Nama lengkapnya Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Manan bin Abdullah bin Ahmad At-Tarmasi. Kakek beliau KH. Abdul Manan ( 1830-1862) adalah seorang Ulama kharismatik pendiri Pesantren Tremas, salah satu pesantren terkemuka di Jawa.
Syaikh Mahfudz banyak mendapat julukan ( laqob ) dari para Ulama diantaranya adalah Al-Ushuli ( ahli dibidang Ushul Fikih ) , Al-Faqih(ahli dibidang fikih ) , Al-Muqri’(ahli dibidang qira’ah Sab’ah ), Al-Muhaddist ( ahli dibidang hadist ) . Namun demikian Beliau lebih populer disebut Syekh Mahfudz Tremas.
Mengenai tempat lahirnya Syaikh Muhammad Mahfudz, para sejarawan sepakat bahwa beliau dilahirkan di Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Adapun mengenai tanggal lahirnya, disini terjadi perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan beliau lahir pada 12 Jumadil Ula 1285 H/31 Agustus 1842 M , ada pula yang mengatakan beliau lahir pada 6 Shafar 1280 H.
Mengenai tempat lahirnya Syaikh Muhammad Mahfudz, para sejarawan sepakat bahwa beliau dilahirkan di Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Adapun mengenai tanggal lahirnya, disini terjadi perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan beliau lahir pada 12 Jumadil Ula 1285 H/31 Agustus 1842 M , ada pula yang mengatakan beliau lahir pada 6 Shafar 1280 H.
Pengembaraan Intelektual
Untuk mengetahui sejarah pendidikannya, guru dan ilmu-ilmu yang dipelajari oleh Syaikh Muhammad Mahfuz Tremas tidaklah terlalu sulit, karena sejarah hidup beliau dapat ditemukan dalam karya-karya beliau. Dalam Kitab Muhibah zil Fadhli jilid ke-4 yang merupakan salah satu karya beliau, dikatakan bahwa beliau pada masa mudanya banyak menimba ilmu kepada ayahnya sendiri, Syaikh Abdullah bin Abdul Mannan at-Tarmasi, Seorang Ulama Jawa yang kharismatik , dari ayahnya beliau mempelajari beberapa kitab, diantaranya :
• Syarh al-Ghayah li Ibni Qasim al-Ghuzza,
• al-Manhaj al-Qawim,
• Fat-h al-Mu’in,
• Fath al-Wahhab,
• Syarh Syarqawi `ala al-Hikam
• sebagian Tafsir al-Jalalain hingga sampai Surah Yunus.
• Al-mahalli
Untuk mengetahui sejarah pendidikannya, guru dan ilmu-ilmu yang dipelajari oleh Syaikh Muhammad Mahfuz Tremas tidaklah terlalu sulit, karena sejarah hidup beliau dapat ditemukan dalam karya-karya beliau. Dalam Kitab Muhibah zil Fadhli jilid ke-4 yang merupakan salah satu karya beliau, dikatakan bahwa beliau pada masa mudanya banyak menimba ilmu kepada ayahnya sendiri, Syaikh Abdullah bin Abdul Mannan at-Tarmasi, Seorang Ulama Jawa yang kharismatik , dari ayahnya beliau mempelajari beberapa kitab, diantaranya :
• Syarh al-Ghayah li Ibni Qasim al-Ghuzza,
• al-Manhaj al-Qawim,
• Fat-h al-Mu’in,
• Fath al-Wahhab,
• Syarh Syarqawi `ala al-Hikam
• sebagian Tafsir al-Jalalain hingga sampai Surah Yunus.
• Al-mahalli
Lingkungan keluarga yang sholeh, telah mengantarkan Syaikh Mahfudz menjadi Ulama hadist (muhaddis ) terkemuka, demikian juga saudara-saudaranya, seperti Syaikh Dimyati sebagai Ulama Fikih ( Faqih ), Syaikh Bakri sebagai Ulama Qira’ah ( muqri’ ), Syaikh Abdur Razak sebagai Ulama’ Tasawuf ( shufi ).
Setelah banyak menimba ilmu ayahnya, Syeikh Muhammad Mahfudz Tremas kemudian memilih merantau ke Semarang untuk belajar kepada Kyai Muhammad Shaleh bin Umar atau lebih dikenal Kyai Sholeh Darat. Di bawah bimbingan Kyai Saleh Darat ini, beliau mempelajari
• Syarh al-Hikam (dua kali khatam),
• Tafsir al-Jalalain (dua kali hatam),
• Syarh al-Mardini
• dan Wasilah ath-Thullab (falak).
• Syarh al-Hikam (dua kali khatam),
• Tafsir al-Jalalain (dua kali hatam),
• Syarh al-Mardini
• dan Wasilah ath-Thullab (falak).
Setelah beberapa tahun dalam bimbingan Kyai Saleh Darat. Syaikh Muhammad Mahfuz Termas meneruskan pengembaraan ilmunya ke Mekah Banyak alasan mengapa banyak muslim datang ke Makkah untuk mencari ilmu. Pertama, karena pandangan tentang keilmuan Islam dan cara memperoleh ilmu itu. Ada keyakinan bahwa lebih autentik jika ilmu-ilmu keislaman itu dicari dari pusat tumbuhnya, yaitu Timur Tengah, dengan bahasa Arab sebagai salah satu cirinya. Hal ini didukung dengan kenyataan bahwa banyak di antara para muqimin dan pencari ilmu di Makkah menunjukkan prestasi dan disambut positif oleh masyarakat mereka berasal. Kedua, keyakinan bahwa Makkah adalah tempat pusaran atau bursa ilmu keislaman yang paling dinamis karena sebagai pusat peribadatan, Makkah dikunjungi oleh para ulama mancanegara yang tidak hanya datang untuk menunaikan ibadah tetapi juga melakukan pertukaran ilmu. Dalam batas tertentu, kuantitas dan kualitas sumber atau jaringan ilmu memberikan nilai tersendiri bagi seorang ulama. Ketiga, karena tradisi Makkah yang memberikan peluang yang amat besar bagi orang asing (non-Arab) untuk menuntut ilmu keislaman di sana.
Sejak masa pra-Islam komunitas asli Makkah memang telah memiliki tradisi untuk selalu siap menerima kedatangan tamu (hujjaj), melayani dan menghormatinya. Pada masa Islam, tradisi ini berkembang lebih jauh dan pada titik tertentu dikaitkan dengan ajaran Islam yang mendorong pencarian ilmu dan penghormatan terhadap pemilik maupun pencarinya. Mereka yang datang dari luar dan bermuqim di Makkah juga memegang tradisi ini. Dari itu, tradisi waqf dan infaq yang mengarah pada perkembangan ilmu, khususnya ilmu-ilmu keislaman, berkembang dan mengakar dengan kuat
Di negara kelahiran Nabi Muhammad ini, beliau berguru kepada para ulama terkemuka, diantaranya adalah Syaikh Ahmad al-Minsyawi, dari ulama’ ini, beliau belajar Qira'ah Ashim dan tajwid, sebagian Syarh Ibni al-Qashih ala asy-Syathibiyah. Dalam waktu yang bersamaan, beliau juga belajar kepada Syeikh Umar bin Barakat asy-Syami, dengan mempelajari Syarh Syuzur az-Zahab li Ibni Hisyam. Juga kepada Syaikh Mustafa al-’Afifi, dengan mengkaji kitab Syarh Jam’il Jawami’ lil Mahalli dan Mughni al-Labib. Sahih al-Bukhari kepada Sayid Husein bin Sayid Muhammad al-Habsyi. Sunan Abi Daud, Sunan Tirmizi dan Sunan Nasai kepada Syeikh Muhammad Sa’id Ba Bashail. Syarh `Uqud al- Juman, dan sebagian kitab asy-Syifa’ lil Qadhi al-’Iyadh kepada Sayid Ahmad az-Zawawi. Syarh Ibni al-Qashih, Syarh ad-Durrah al-Mudhi-ah, Syarh Thaibah an-Nasyr fi al-Qiraat al-’Asyar, ar-Raudh an-Nadhir lil Mutawalli, Syarh ar-Ra-iyah, Ithaf al-Basyar fi al-Qiraat al-Arba’ah al-’Asyar, dan Tafsir al-Baidhawi bi Hasyiyatihi kepada Syeikh Muhammad asy-Syarbaini ad-Dimyathi. Dalail al-Khairat, al-Ahzab, al-Burdah, al-Awwaliyat al-’Ajluni dan Muwaththa’ Imam Malik kepada Sayid Muhammad Amin bin Ahmad Ridhwan al-Madani serta ulama’-ulama’ terkemuka lainnya, seperti Syeikh Ahmad al-Fathani dan Syaikh Nawawi Banten, salah satu ulama Indonesia yang juga bermukim di Mekah. Sedangkan guru utama beliau yang paling banyak mengajarnya pelbagai ilmu secara keseluruhannya ialah Sayid Abi Bakr bin Sayid Muhammad asy-Syatha, pengarang kitab I’anatut Talibin, syarah Fathul Mu’in.
Kader Ulama Binaan Syaikh Mahfudz
Menurut Abdurrahman Mas’ud, murid-murid yang di bawah bimbingan Syaikh Mahfudz mencapai empat ribuan dari seluruh penjuru alam, baik dari tanah air maupun luar negeri. Hal itu terhitung kurang lebih mulai beliau mengajar di masjidil haram tahun 1890 sampai abad ke dua puluah.
Di antara murid-muridnya yang berasal dari luar adalah Syaikh Sa’dullah mufti India, Syaikh Umar bin Hamdan Ulama Hadist Haramain, Syaikh Ahmad bin Abdullah Ulama dari Syiria.
Menurut Abdurrahman Mas’ud, murid-murid yang di bawah bimbingan Syaikh Mahfudz mencapai empat ribuan dari seluruh penjuru alam, baik dari tanah air maupun luar negeri. Hal itu terhitung kurang lebih mulai beliau mengajar di masjidil haram tahun 1890 sampai abad ke dua puluah.
Di antara murid-muridnya yang berasal dari luar adalah Syaikh Sa’dullah mufti India, Syaikh Umar bin Hamdan Ulama Hadist Haramain, Syaikh Ahmad bin Abdullah Ulama dari Syiria.
Adapun murid-murid syaikh Mahfudz dari Indonesia adalah Kiai Haji Hasyim Asy’ari, Kiai Haji Bishri Syansuri dan Kiai Abdul Wahhab Hasbullah, yang kelak mendirikan Nahdhatul Ulama di tahun 1926. Kita ketahui, ketiga kiai ini merupakan murid Syekh Mahfud yang paling terkenal dan diakui berkat kegiatan politik mereka di Tanah Air. Dia juga mengajar sejumlah murid, dan beberapa di antaranya menjadi ulama yang berpengaruh, sebut misalnya Ali al-Banjari, penduduk Makkah asal Kalimantan Selatan), Muhammad Baqir al-Jugjawi, wong Yogya yang juga bermukim di Makkah, Kiai Haji Muhammad Ma`shum al-Lasami, pendiri pesantren Lasem, Jawa Tengah, Abdul Muhit dari Panji Sidarjo, pesantren penting lainnya dekat Surabaya. Memang banyak di antara murid Syekh Mahfudz yang mendirikan pesantren. Kiai Hasyim sendiri adalah pendiri Pesantren Tebuireng, dan kiai pertama yang menjarkan kumpulan hadis Bukhari. Sedangkan Kiai Bishri, menantunya, pendiri pesantren Tambakberas, yang juga pernah menjadi rais ‘aam PB NU.
Karya Ilmiyah
Syaikh mahfudz tidak hanya giat dalam menyebarkan ilmunya, Beliau juga giat dalam dunia tulis menulis. Beliau telah banyak mengarang sejumlah kitab tentang berbagai disiplin keislaman, seluruhnya ditulis dalam bahasa Arab. Sayang, banyak karyanya yang belum sempat dicetak, dan beberapa di antaranya bahkan dinyatakan hilang.diantara hasil karya beliau yang masih tersisa terhitung dua puluh kitab. Sebagai besar telah ditahqiq yag dipelopori oleh menteri agama DR. Maftuh Basyuni.
Syaikh mahfudz tidak hanya giat dalam menyebarkan ilmunya, Beliau juga giat dalam dunia tulis menulis. Beliau telah banyak mengarang sejumlah kitab tentang berbagai disiplin keislaman, seluruhnya ditulis dalam bahasa Arab. Sayang, banyak karyanya yang belum sempat dicetak, dan beberapa di antaranya bahkan dinyatakan hilang.diantara hasil karya beliau yang masih tersisa terhitung dua puluh kitab. Sebagai besar telah ditahqiq yag dipelopori oleh menteri agama DR. Maftuh Basyuni.
Dalam menulis, konon Syekh Mahfudz ibarat sungai yang airnya terus mengalir tanpa henti. Gua Hira menjadi tempatnya mencari inspirasi. Dia biasa menghabiskan waktunya di gua tempat Nabi menerima wahyu-Nya yang pertama itu. Kecepatan Mahfudz dalam menulis kitab, juga boleh dibilang istimewa. Khabarnya, kitab ”Manhaj Dhawi al-Nazhar” beliau selesaikan dalam 4 bulan 14 hari. Mahfudz mengatakan bahwa kitab ini ditulis ketika berada di Mina dan Arafat.
Syeikh Muhammad Mahfudz termasuk salah seorang ulama nusantara yang banyak menghasilkan karangan dalam bahasa Arab seperti halnya ulama’-ulama nusantara lainnya yang bermukim di Mekah, seperti Syeikh Nawawi al-Bantani, Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau dan Syeikh Abdul Hamid Kudus.
Diantara karangan-karang beliau adalah :
Syeikh Muhammad Mahfudz termasuk salah seorang ulama nusantara yang banyak menghasilkan karangan dalam bahasa Arab seperti halnya ulama’-ulama nusantara lainnya yang bermukim di Mekah, seperti Syeikh Nawawi al-Bantani, Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau dan Syeikh Abdul Hamid Kudus.
Diantara karangan-karang beliau adalah :
1. As-Siqayatul Mardhiyah fi Asamil Kutubil Fiqhiyah li Ashabinas Syafi’iyah, Selesai penulisan pada hari Jum’at, Sya’ban 1313 H. Dicetak oleh Mathba’ah at-Taraqqil Majidiyah al-’Utsmaniyah, Mekah (tanpa tahun).
2. Hasiah At-Tarmasi - Muhibah zil Fadhli `ala Syarh al-’Allamah Ibnu Hajar Muqaddimah Ba Fadhal, Kitab fiqh empat jilid ini merupakan syarah atau komentar atas karya Abdullah Ba Fadhl ”Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah”. Kitab ini boleh dibilang jarang diajarkan di pesantren, lebih banyak digunakan oleh kiai senior sebagai rujukan dan sering dikutip sebagai salah satu sumber yang otoritatif dalam penyusunan fatwa oleh para ulama di Jawa.Kitab ini terdiri dari empat jilid. Jilid pertama diselesaikan pada 25 Safar 1315 H,. Jilid kedua diselesaikan pada hari Jum’at, 27 Rabiulakhir 1316 H. Jilid ketiga diselesaikan pada malam Ahad, 7 Rejab 1317 H. Jilid keempat, diselesaikan pada malam Rabu, 19 Jamadilakhir 1319 H. Dicetak oleh Mathba’ah al-’Amirah asy-Syarfiyah, Mesir, 1326 H.
3. Kifayatul Mustafid lima ala minal Asanid, diselesaikan pada hari Selasa, 19 Safar 1320 H. Kandungannya membicarakan pelbagai sanad keilmuan Muhammad Mahfuz bin Abdullah at-Tarmasi/at-Tirmisi. Dicetak oleh Mathba’ah al-Masyhad al-Husaini, No. 18 Syari’ al-Masyhad al-Husaini, Mesir (tanpa tahun). Kitab ini ditashhih dan ditahqiq oleh Syeikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki, al-Mudarris Daril `Ulumid Diniyah, Mekah
4. Manhaj Zawin Nazhar fi Syarhi Manzhumati `Ilmil Atsar, diselesaikan pada tahun 1329 H/1911 M. Kandungannya membicarakan Ilmu Mushthalah Hadits merupakan Syarh Manzhumah `Ilmil Atsar karangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Kitab ini merupakan bukti bahwa ulama nusantara mampu menulis ilmu hadis yang demikian tinggi nilainya. Kitab ini menjadi rujukan para ulama di belahan duni terutama ulama-ulama hadis. Dicetak oleh Mathba’ah Mushthafa al-Baby al-Halaby wa Auladuhu, Mesir, 1352 H/1934 M. Cetakan dibiayai oleh Syeikh Salim bin Sa’ad bin Nabhan wa Akhihi Ahmad, pemilik Al-Maktabah An-Nabhaniyah Al-Kubra, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
5. Dua kitabnya di bidang ushul adalah ”Nailul Ma’mul”, syarah atas karya Zakariyya Anshari ”Lubb Al-Ushul” dan syarahnya ”Ghayat al-wushul”,
6. dan ”Is’af al Muthali”, syarah atas berbagai versi karya Subki ”Jam’ al-Jawami’.
7. Sebuah kitab lainnya mengenai fiqh yaitu ”Takmilat al-Minhaj al-Qawim”, berupa catatan tambahan atas karya Ibn Hajar al-Haitami “Al-Minhaj al-Qawim”.
8. Al-Khil’atul Fikriyah fi Syarhil Minhatil Khairiyah, belum diketahui tarikh penulisan. Kandungannya juga membicarakan hadits merupakan Syarh Hadits Arba’in.
9. Al- Badrul Munir fi Qira-ati Ibni Katsir.
10. Tanwirus Shadr fi Qira-ati Ibni Amr
11. Insyirahul Fawaid fi Qira-ati Hamzah
12. Ta’mimul Manafi’ fi Qira-ati Nafi’.
13. Al-Fuad fi Qiraat al Imam Hamzah
14. Tamim al Manafi fi Qiraat al-Imam Nafi’,
15. Aniyah ath Thalabah bi Syarah Nadzam ath Tayyibah fi Qiraat al Asy’ariyah
16. As-Saqayah al-Mardhiyyah fi Asma’i Kutub Ashhabina al- Syafiiyah, kajian atas karya-karya fiqih mazhab Syafi’i dan riwayat para pengarangnya.
17. Al-Fawaidut Tarmasiyah fi Asamil Qira-ati `Asyariyah, Syeikh Yasin Padang menyebut bahawa kitab ini pernah diterbitkan oleh Mathba’ah al-Majidiyah, Mekah, tahun 1330 H.
18. Is’aful Mathali’ Syarhul Badril Lami’.
19. Al-Minhah al-Khairiyya
20. Tsulasiyat al-Bukhori.
Mengingat begitu berharganya karya Syaikh Mahfudz ini, maka tidak salah kalau kiranya Syeikh Yasin Al-Padani, ulama Makkah asal Padang, Sumatra Barat, yang berpengaruh pada tahun 1970-an, menjuluki Mahfudz At-Tarmasi: al-alamah, al-muhadits, a- musnid, al- faqih, al- ushuli dan al- muqri.
Kitab-kitab hasil karya Syeikh Mahfudz tidak hanya dipergunakan oleh hampir semua pondok pesantren salafiyyah di Indonesia, tapi juga banyak pula dipakai sebagai literatur pada beberapa perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti di Marokko, Arab Saudi, Iraq dan negara-negara lainnya.
Kitab-kitab hasil karya Syeikh Mahfudz tidak hanya dipergunakan oleh hampir semua pondok pesantren salafiyyah di Indonesia, tapi juga banyak pula dipakai sebagai literatur pada beberapa perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti di Marokko, Arab Saudi, Iraq dan negara-negara lainnya.
Wafat
Setelah kurang lebih selama empat puluh tahun bermukim di Makkah, dan menghasilkan kader-kader Ulama yang militant, akhirnya Syaikh Mahfudz dipanggil oleh Allah swt pada 1 Rajab 1338 H/20 Maret 1920 M. di Mekah menjelang waktu Maghrib. ribuan kaum muslim menyalatkan dan mengantar jenazahnya ke sebuah pemakaman keluarga Sayyid Abu Bakr bin Sayyid Muhammad Syata (w. 1310/1892) di Ma’la Makkah.
Beliau meninggalkan dua orang putri yaitu Fatimah dan a’isyah dan seorang putra yaitu Muhammad bin Mahfudz . adapun kedua putrinya tersebut meninggal dunia sebelum balig, dan tinggal putra satu-satunya yaiu Muhammad. Syaikh Mahfudz berwasiat kepada putranya agar mengemban al-Qur’an dan menjaganya, maka untuk merealisasikan wasiat itu sang Putra mendirikan Ma’had Tahfidz al-Qur’an di Demak yang diberi nama bustan I’syaqu qur’an. Dari pondok ini lahirlah para Huffadz yang tersebar di seluruh Nusantara.
wallahualam
Biro Dakwah dan Intelektual,
Biro Multimedia dan Publisiti
:: SALAM SOIFI ::
7:43 PM Unknown 0 Comments
Assalamualaikum dan salam musim panas.
Pada kesempatan ini MMSJ ingin mengucapkan selamat memulakan pembelajaran kepada seluruh Mahasiswa Malaysia Jordan yang bakal memulakan pembelajaran.Pada yang bercuti, MMSJ mengucapkan selamat bercuti.Kutiplah sebanyak ilmu yang boleh. Di mana-mana ada ilmu.
#MembangunbersamaMMSJ
Pada kesempatan ini MMSJ ingin mengucapkan selamat memulakan pembelajaran kepada seluruh Mahasiswa Malaysia Jordan yang bakal memulakan pembelajaran.Pada yang bercuti, MMSJ mengucapkan selamat bercuti.Kutiplah sebanyak ilmu yang boleh. Di mana-mana ada ilmu.
#MembangunbersamaMMSJ
Yusuf al-Qaradawi
Yusuf al-Qaradawi (lahir di Shafth Turaab, Kairo, Mesir, 9 September 1926; umur 88 tahun) adalah seorang cendekiawan Muslimyang berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai seorang Mujtahid pada era moden ini.
Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga dipercaya sebagai seorang ketua majlis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah dikeluarkan digunakan sebagai bahan rujukan atas permasalahan yang terjadi. Namun banyak pula yang mengkritik fatwa-fatwanya.
Profil Pribadi
Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta Sungai Nil, pada usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur'an. Menamatkan pendidikan di Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universiti al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelaran doktornya baru ia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi "Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan", yang kemudian disempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat komprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa moden.
Sebab keterlambatannya meraih gelar doktor, karena dia sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang berkuasa saat itu. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961dan di sana sempat mendirikan Fakulti Syariah di Universiti Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Qardhawi pernah dimasukkan ke dalam penjara sejak dari mudanya pada tahun 1949,umurnya masih 23 tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin ketika Mesir dipegang Raja Faruk. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi dalam peristiwa Revolusi Juni di Mesir.
Qardhawi terkenal dengan khutbah-khutbahnya yang berani sehingga sempat dilarang sebagai khatib di sebuah masjid di daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai menciptakan kebencian terhadap rezim saat itu.
Qardhawi memiliki tujuh anak. Empat putri dan tiga putra. Sebagai seorang ulama yang sangat terbuka, dia membebaskan anak-anaknya untuk menuntut ilmu apa saja sesuai dengan minat dan bakat serta kecenderungan masing-masing. Dan hebatnya lagi, dia tidak membezakan pendidikan yang harus ditempuh anak-anak perempuannya dan anak laki-lakinya.
Salah seorang putrinya memperoleh gelar doktor fisika dalam bidang nuklear dari Inggris. Putri keduanya memperoleh gelaran doktor dalam bidang kimia juga dari Inggeris, sedangkan yang ketiga masih belajar. Adapun yang keempat telah menyelesaikan pendidikan di Universiti Texas Amerika.
Anak lelaki yang pertama menempuh pelajaran dalam bidang teknik elektro di Amerika, yang kedua belajar di Universiti Darul Ulum Mesir. Sedangkan yang bongsu telah menyelesaikan kuliahnya pada fakulti teknik jurusan listrik.
Dilihat dari beragamnya pendidikan anak-anaknya, orang-orang boleh membaca sikap dan pandangan Qardhawi terhadap pendidikan moden. Dari tujuh anaknya, hanya satu yang belajar di Universiti Darul Ulum Mesir dan menempuh pendidikan agama. Sedangkan yang lainnya, mengambil pendidikan umum dan semuanya ditempuh di luar negara. Sebabnya ialah, karena Qardhawi merupakan seorang ulama yang menolak pembagian ilmu secara dikotomis. Semua ilmu boleh jadi islamik dan tidak islamik, tergantung kepada orang yang memandang dan mempergunakannya. Pemisahan ilmu secara dikotomis itu, menurut Qardhawi, telah menghambat kemajuan umat Islam.
Karya-karya Yūsuf al-Qaradāwī
Sebagai seorang ilmuwan dan da’i, Yūsuf al-Qaradāwī juga aktif menulis artikel keagamaan di berbagai media cetak. Di antara karya-karyanya yang paling popular di kalangan perguruan tinggi dan pesantren ialah:
1. Al-Halāl wa al- Harām fi al-Islām (tentang masalah yang halal dan haram dalam Islam)
2. Fiqh az-Zakāh (berbagai masalah zakat dan hukumnya)
3. Al-Ibadah fi al-Islām (hal ihwal ibadah dalam Islam)
4. An-Nas wa al-Haqq (tentang manusia dan kebenaran)
5. Al-Iman wa al-Hayah (mengenai keimanan dan kehidupan)
6. Al-Hulul al-Mustauradah (paham hulul [Tuhan mengambil tempat pada diri manusia] yang diimpor dari non Islam)
7. Al-Hill al-Islām (kebebasan Islam)
8. Syarī’ah al-Islām Sālihha li at-Tatbīq fi Kulli Zamānin wa Makānin(mengenai syari’at islam, elastisitas dan kesesuaian dalam penerapannya pada setiap masa dan tempat)
9. Al-Ijtihād fi asy-Syarī’ah al-Islāmiyyah (ijtihad dalam syari’at Islam)
10 .Fiqh as-Siyam (fikih puasa).
Metode Pemikiran Yūsuf al-Qaradāwī
a.Tidak fanatik dan tidak taqlid.
Ini merupakan prinsip pertama, yaitu terlepas dari fanatisme mazhab dan taqlid buta terhadap siapa pun, baik kepada ulama terdahulu maupun ulama setelahnya. Karena telah dikatakan “tidaklah berbuat taqlid kecuali orang fanatik atau orang bodoh”.
b.Mempermudah, tidak menyulitkan.
Hal ini dasarkan atas dua alasan. Alasan pertama mengenai masalah taharah dan tayamum, dalam surat al-Maidah Allah berfirman:
مايريد الله ليجعل عليكم من حرج ولكن يريد ليطهركم وليتم نعمته عليكم لعلكم تشكرون.
Dalam surat al-Baqarah ayat 185 juga dijelaskan mengenai pemberian dispensasi kepada orang sakit serta musafir untuk berbuka, firman Allah:
يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر
Alasan yang kedua yaitu keadaan zaman yang terus berubah, dimana zaman sekarang menggambarkan sikap hidup materialisme yang lebih dominan dari pada spiritualisme, individualisme lebih dominan dari pada kebersamaan (sosialisme), pragmatisme lebih dominan dari pada akhlak.
c. Berbicara dengan bahasa yang mudah
Yaitu berbicara dengan bahasa yang mudah difahami dan mudah dicerna oleh masyarakat penerima fatwa, dengan menjauhi istilah-istilah yang sukar difahami atau ungkapan-ungkapan yang aneh
e. Bersikap pertengahan: antara memperlonggar dan memperkuat.
Prinsip kelima yang digunakan adalah bersikap moderat (pertengahan) antara tafrit (memperingan) dengan ifrat(memperkuat). Seorang mufti tidak menginginkan masyarakatnya hendak melepaskan ikatan-ikatan hukum yang telah tetap dengan alasan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang mengabdikan pada modernisasi.
f. Memberikan hak fatwa berupa keterangan dan penjelasan.
Seorang mufti dalam menjawab pertanyaan dituntut untuk memberikan keterangan dan penjelasan, karena dengan begitu orang yang bodoh menjadi mengerti, orang yang lupa menjadi sedar, orang yang ragu menjadi mantap, orang yang bimbang menjadi yakin, orang yang pandai menjadi bertambah ilmunya, dan orang yang beriman semakin bertambah imannya.
wallahualam.
Yusuf al-Qaradawi (lahir di Shafth Turaab, Kairo, Mesir, 9 September 1926; umur 88 tahun) adalah seorang cendekiawan Muslimyang berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai seorang Mujtahid pada era moden ini.
Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga dipercaya sebagai seorang ketua majlis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah dikeluarkan digunakan sebagai bahan rujukan atas permasalahan yang terjadi. Namun banyak pula yang mengkritik fatwa-fatwanya.
Profil Pribadi
Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta Sungai Nil, pada usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur'an. Menamatkan pendidikan di Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universiti al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelaran doktornya baru ia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi "Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan", yang kemudian disempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat komprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa moden.
Sebab keterlambatannya meraih gelar doktor, karena dia sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang berkuasa saat itu. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961dan di sana sempat mendirikan Fakulti Syariah di Universiti Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Qardhawi pernah dimasukkan ke dalam penjara sejak dari mudanya pada tahun 1949,umurnya masih 23 tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin ketika Mesir dipegang Raja Faruk. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi dalam peristiwa Revolusi Juni di Mesir.
Qardhawi terkenal dengan khutbah-khutbahnya yang berani sehingga sempat dilarang sebagai khatib di sebuah masjid di daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai menciptakan kebencian terhadap rezim saat itu.
Qardhawi memiliki tujuh anak. Empat putri dan tiga putra. Sebagai seorang ulama yang sangat terbuka, dia membebaskan anak-anaknya untuk menuntut ilmu apa saja sesuai dengan minat dan bakat serta kecenderungan masing-masing. Dan hebatnya lagi, dia tidak membezakan pendidikan yang harus ditempuh anak-anak perempuannya dan anak laki-lakinya.
Salah seorang putrinya memperoleh gelar doktor fisika dalam bidang nuklear dari Inggris. Putri keduanya memperoleh gelaran doktor dalam bidang kimia juga dari Inggeris, sedangkan yang ketiga masih belajar. Adapun yang keempat telah menyelesaikan pendidikan di Universiti Texas Amerika.
Anak lelaki yang pertama menempuh pelajaran dalam bidang teknik elektro di Amerika, yang kedua belajar di Universiti Darul Ulum Mesir. Sedangkan yang bongsu telah menyelesaikan kuliahnya pada fakulti teknik jurusan listrik.
Dilihat dari beragamnya pendidikan anak-anaknya, orang-orang boleh membaca sikap dan pandangan Qardhawi terhadap pendidikan moden. Dari tujuh anaknya, hanya satu yang belajar di Universiti Darul Ulum Mesir dan menempuh pendidikan agama. Sedangkan yang lainnya, mengambil pendidikan umum dan semuanya ditempuh di luar negara. Sebabnya ialah, karena Qardhawi merupakan seorang ulama yang menolak pembagian ilmu secara dikotomis. Semua ilmu boleh jadi islamik dan tidak islamik, tergantung kepada orang yang memandang dan mempergunakannya. Pemisahan ilmu secara dikotomis itu, menurut Qardhawi, telah menghambat kemajuan umat Islam.
Karya-karya Yūsuf al-Qaradāwī
Sebagai seorang ilmuwan dan da’i, Yūsuf al-Qaradāwī juga aktif menulis artikel keagamaan di berbagai media cetak. Di antara karya-karyanya yang paling popular di kalangan perguruan tinggi dan pesantren ialah:
1. Al-Halāl wa al- Harām fi al-Islām (tentang masalah yang halal dan haram dalam Islam)
2. Fiqh az-Zakāh (berbagai masalah zakat dan hukumnya)
3. Al-Ibadah fi al-Islām (hal ihwal ibadah dalam Islam)
4. An-Nas wa al-Haqq (tentang manusia dan kebenaran)
5. Al-Iman wa al-Hayah (mengenai keimanan dan kehidupan)
6. Al-Hulul al-Mustauradah (paham hulul [Tuhan mengambil tempat pada diri manusia] yang diimpor dari non Islam)
7. Al-Hill al-Islām (kebebasan Islam)
8. Syarī’ah al-Islām Sālihha li at-Tatbīq fi Kulli Zamānin wa Makānin(mengenai syari’at islam, elastisitas dan kesesuaian dalam penerapannya pada setiap masa dan tempat)
9. Al-Ijtihād fi asy-Syarī’ah al-Islāmiyyah (ijtihad dalam syari’at Islam)
10 .Fiqh as-Siyam (fikih puasa).
Metode Pemikiran Yūsuf al-Qaradāwī
a.Tidak fanatik dan tidak taqlid.
Ini merupakan prinsip pertama, yaitu terlepas dari fanatisme mazhab dan taqlid buta terhadap siapa pun, baik kepada ulama terdahulu maupun ulama setelahnya. Karena telah dikatakan “tidaklah berbuat taqlid kecuali orang fanatik atau orang bodoh”.
b.Mempermudah, tidak menyulitkan.
Hal ini dasarkan atas dua alasan. Alasan pertama mengenai masalah taharah dan tayamum, dalam surat al-Maidah Allah berfirman:
مايريد الله ليجعل عليكم من حرج ولكن يريد ليطهركم وليتم نعمته عليكم لعلكم تشكرون.
Dalam surat al-Baqarah ayat 185 juga dijelaskan mengenai pemberian dispensasi kepada orang sakit serta musafir untuk berbuka, firman Allah:
يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر
Alasan yang kedua yaitu keadaan zaman yang terus berubah, dimana zaman sekarang menggambarkan sikap hidup materialisme yang lebih dominan dari pada spiritualisme, individualisme lebih dominan dari pada kebersamaan (sosialisme), pragmatisme lebih dominan dari pada akhlak.
c. Berbicara dengan bahasa yang mudah
Yaitu berbicara dengan bahasa yang mudah difahami dan mudah dicerna oleh masyarakat penerima fatwa, dengan menjauhi istilah-istilah yang sukar difahami atau ungkapan-ungkapan yang aneh
e. Bersikap pertengahan: antara memperlonggar dan memperkuat.
Prinsip kelima yang digunakan adalah bersikap moderat (pertengahan) antara tafrit (memperingan) dengan ifrat(memperkuat). Seorang mufti tidak menginginkan masyarakatnya hendak melepaskan ikatan-ikatan hukum yang telah tetap dengan alasan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang mengabdikan pada modernisasi.
f. Memberikan hak fatwa berupa keterangan dan penjelasan.
Seorang mufti dalam menjawab pertanyaan dituntut untuk memberikan keterangan dan penjelasan, karena dengan begitu orang yang bodoh menjadi mengerti, orang yang lupa menjadi sedar, orang yang ragu menjadi mantap, orang yang bimbang menjadi yakin, orang yang pandai menjadi bertambah ilmunya, dan orang yang beriman semakin bertambah imannya.
wallahualam.
10 amalan menjelangnya Ramadhan
Oleh : Biro Dakwah & Intelektual
Oleh : Biro Dakwah & Intelektual
1) Memperbanyakkan doa
diriwayatkan daripada para salafussoleh, mereka seringkali berdoa dengan doa-doa yang diajarkan oleh nabi s.a.w apabila menjelangnya Ramadhan.
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahawa Rasulullah SAW apabila masuk bulan Rejab selalu berdoa, “Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Ertinya: Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rejab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.
(HR. Ahmad dan Tabrani)
(HR. Ahmad dan Tabrani)
2) Bersyukur kerana diberi peluang untuk berpuasa dibulan Ramadhan tahun ini.
kerana diantara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadhan telah tiba dan kita dalam keadaan sihat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3) Menceritakan khabar gembira kepada orang lain tentang kedatangan Ramadhan.
Seperti yang diriwayatkan daripada Rasulullah s.a.w seringkali memberi khabar gembira kepada para sahabat apabila tibanya ramadhan.
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkat. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka.”
(HR. Ahmad).
(HR. Ahmad).
Salafussoleh juga sangat memperhatikan bulan Ramadhan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan rahmat.
4) Rancanglah setiap ibadat yang akan dilakukan dibulan Ramadhan kerana ganjaran pahala yang diberikan kepada orang yang beribadat pada bulan ini berlipat ganda.
5) Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktiviti-aktiviti kebaikan.
“Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, nescaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6) Mengulangkaji semua panduan-panduan beribadah dalam bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum sebelum menunaikan sesuatu ibadah agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. Firman Allah s.w.t :
“Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” [Q.S. Al-Anbiyaa(21): 7]
7) Sambut Ramadhan dengan taubat.
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8) Hadiri majlis ilmu yang membahas tentang hikmah-hikmah berpuasa agar mental kita bersedia untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadhan.
9) Hiasilah diri dengan pakaian yang baik dan wangian yang segar ketika beribadah kepada Allah contohnya seperti ketika menunaikan solat terawih. Berbelanjalah sedikit untuk kegembiraan kita menjelang Ramadhan.
10) Sambutlah Ramadan dengan keazaman yang kuat.
Kepada Allah, dengan taubat nashuha
Kepada Rasulullah SAW, dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya.
Kepada orang tua, isteri-isteri, anak-anak, dan sahabat-sahabat serta kaum kerabat, dengan mengeratkan hubungan silaturrahim
Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah paling bermanfaat bagi orang lain.
Kepada Rasulullah SAW, dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya.
Kepada orang tua, isteri-isteri, anak-anak, dan sahabat-sahabat serta kaum kerabat, dengan mengeratkan hubungan silaturrahim
Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah paling bermanfaat bagi orang lain.
Wallahu'alam.
Keutamaan Bulan Sya'ban
Oleh : Biro Dakwah & Intelektual
Bulan Sya’ban adalah bulan mulia yang disunnahkan bagi kaum muslimin untuk banyak melakukan ibadat-ibadat sunat. Sebagaimana yang dikatakan dalam satu riwayat, pada waktu Nisfu Sya’ban terjadi peristiwa besar bagi umat muslim dimana terjadi pemindahan kiblat kaum muslimin dari baitul maqdis ke arah masjidil haram. Adapun kelebihan-kelebihan Bulan Sya'ban pula banyak dinyatakan didalam hadis-hadis yang shahih, antaranya :
Hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidatina Aisyah didalam Shahih Al-Bukhari :
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpuasa sehingga kami mengatakan dia tidak pernah berbuka, dan dia berbuka sampai kami mengatakan dia tidak pernah puasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasanya selama satu bulan kecuali Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat dia berpuasa melebihi banyaknya puasa di bulan Sya’ban.”
Disebutkan juga didalam satu riwayat juga bahawa Bulan Sya'ban adalah bulan kelalaian, kerana ramai manusia yang terlalai dari ketibaan Ramadhan, Sabda Rasulullah saw :
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَال إِلى رَبِّ العَالمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عملي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rejab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam...“ (HR Tirmizi)
Namun demikian, apakah hukum menghidupkan malam nisfu sya'ban?
Seperti yang diriwayatkan daripada Al Qasthalani berkata: “Ulama penduduk Syam berbeza pendangan terhadap hukum menghidupkan malam nisfu sya’ban Pendapat yang pertama, dianjurkan menghidupkan malam tersebut dengan berjemaah di masjid., Khalid bin Mi’dan dan Luqman bin ‘Amir, dan selainnya, mereka mengenakan pakain bagus, memakai wewangian, bercelak, dan mereka menghidupkan malamnya dengan shalat. Hal ini disepakati oleh Ishaq bin Rahawaih, dia berkata tentang shalat berjamaah pada malam tersebut: “Itu bukan bid’ah!” Hal ini dikutip oleh Harb Al Karmani ketika dia bertanya kepadanya tentang ini. Kedua, bahawa dibenci (makruh) berjemaah di masjid untuk shalat, berkisah, dan berdoa pada malam itu, namun tidak mengapa jika seseorang shalatnya sendiri saja. Inilah pendapat Al Auza’i, imam penduduk Syam dan faqih (ahli fiqih)-nya mereka dan ulamanya mereka.”
Kesimpulannya, bulan sya'ban yang dikenali dengan bulan 'penyimpangan' atau 'berpecah' dalam kalangan kaum arab (dahulunya masyarakat Arab pada ketika itu akan berpecah untuk mencari untuk mencari sumber air di padang pasir bagi menyambut ketibaan ramadhan yang panas) dijanjikan seribu ganjaran kepada mereka yang beribadat padanya. Hal ini jelas terbukti melalui hadis-hadis yang diriwayatkan oleh para imam hadis. Diantara kalam ulama mengenai kelebihan bulan sya'ban seperti kata Imam Syafie didalam Sunnan Al-Kubra :
“Doa mustajab adalah pada 5 malam, iaitu malam jumat, malam Aidul Adha, malam Aidil Fitri, malam pertama bulan rejab, dan malam Nisfu Sya’ban”.
Wallahu'alam.
Rujukan :
Teks Khutbah Jumaat 2015
Fatawa Al Azhar, Juz 10
Sunnah Al-Kubra, Imam Baihaqi
Fatawa Al Azhar, Juz 10
Sunnah Al-Kubra, Imam Baihaqi
Biro Dakwah dan Intelektual,
program
:: SOLAT HAJAT PERDANA MANTIQAH IRBID ::
5:22 AM Unknown 0 Comments
Alhamdulillah telah selesai Solat hajat bagi MANTIQAH IRBID sempena menghadapi final exam...
Terima kasih semua. Bittaufiq wannajah utk exam BUAT AB MMSJ ...
Bismillahirahmanirrahim
Assalamualaikum
Ulamak Qiraat Dunia Islam
-Imam Hafs-
Namanya ialah Hafs bin Sulaiman bin al-Mughirah bin Abi Daud al-Asadiy al-Kufiy al-Bazzaz [penjual pakaian] . Dikenali dengan Hufais . Merupakan kawan dan anak tiri kepada Imam Asim . Ia juga digelar Abu Amru.
Membaca al-Quran secara bertalaqqi di hadapan Asim dan menjadi mahir sehingga disaksikan sebagai salah seorang ulama . Sesungguhnya beliau sangat banyak menghafal.
Membaca al-Quran secara bertalaqqi di hadapan Asim dan menjadi mahir sehingga disaksikan sebagai salah seorang ulama . Sesungguhnya beliau sangat banyak menghafal.
Oleh kerana itulah riwayatnya masyhur dan banyak imam-imam menerima bacaannya secara talaqqi termasuk sahabat-sahabatnya . Tidak menjadi pelik kerana Imam Asim sebagai bapa tiri yang mendidiknya sendiri . Setelah Imam Asim meninggal , beliau pula menjadi tempat menimba bacaan al-Quran oleh masyarakat dalam tempoh yang agak lama .
Bacaan al-Quran menurut riwayat Hafs daripada 'Asim adalah bacaan majority umat Islam di dunia. Mengikut statistik, sembilan puluh lima peratus (95%) daripada umat Islam membaca al-Quran mengikut riwayat ini, manakala riwayat-riwayat yang adalah bacaan minoriti umat Islam. Warsy daripada Nafi’: 3%, iaitu di Algeria, Morocco, Tunisia, Barat Afrika dan Sudan, Ibn ‘Amir: 1%, iaitu di sebahagian Yaman, Qalun daripada Nafi’: 0.7%, iaitu di Libya dan sebahagian Tunisia dan Qatar, dan Duri daripada Abu ‘Amr: 0.3%, iaitu di sebahagian Sudan dan Barat Afrika.
Dalam satu seminar al-Quran, Sheikh Husien al-Sabbah,seorang tokoh al-Quran yang pernah berkhidmat di Darul Quran, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia, pernah ditanya akan hal mengapakah Riwayat Hafs sangat mashyur di Dunia Islam.
Sheikh Husien al-Sabbah menjawab, faktor tersebarnya Riwayat Hafs dalam dunia Islam pada hari ini kerana tiga sebab utama.
A) Khilaf bacaan yang terdapat dalam riwayat ini amat sedikit berbanding riwayat lain. Terdapat hanya satu imalah sahaja iaitu dalam surah Hud, satu tashil sahaja iaitu dalam surah Fussilat, satu raum atau isymam sahaja iaitu dalam surah Yusuf, empat tempat saktah iaitu dalam surah al-Kahf, Yasin, al-Haqqah dan al-Mutaffifin. Dan beberapa khilaf yang lain.
B) Sanad Riwayat Hafs adalah secara langsung dan bersambung daripada beliau hingga kepada Rasulullah SAW tanpa wasitah atau perantaraan sebagaimana beberapa riwayat lain seperti Qunbul, al-Bazzi, Khalaf dan Khallad.
Dengan maksud Imam Hafs bertalaqqi dan mempelajari al-Quran dari Imam Asim. Imam Asim pula bertalaqqi dari gurunya Abu Abdulrahman al-Sulami yang menekuni bacaan al-Quran daripada gurunya Ali Ibn Abi Talib r.a yang mengambil al-Quran daripada Rasulullah SAW.
C) Semua pembawa sanad Riwayat Hafs adalah ulama al-Quran yang tersohor dan amat dipercayai pada zaman mereka.
C) Semua pembawa sanad Riwayat Hafs adalah ulama al-Quran yang tersohor dan amat dipercayai pada zaman mereka.
wallahualam
Sumber:
1.Utusan Malaysia
2.Blog Alkuttab
3.Qiraat Imam 'Asim Riwayat Hafs: Kajian Terhadap Dua Toriq oleh Abd Muhaimin bin Ahmad Muhammad Hafiz bin Saleh Norazman bin Alias.
1.Utusan Malaysia
2.Blog Alkuttab
3.Qiraat Imam 'Asim Riwayat Hafs: Kajian Terhadap Dua Toriq oleh Abd Muhaimin bin Ahmad Muhammad Hafiz bin Saleh Norazman bin Alias.
bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum
~ SOLAT HAJAT PERDANA BAGI MANTIQAH IRBID ~
Assalamualaikum warahmatullah & salam sehangat Nihaie ..
Dengan kerjasama Biro Dakwah dan Intelektual ,Mantiqah Irbid akan mengadakan SOLAT HAJAT PERDANA (sempena Imtihan Nihaie) pada :
Dengan kerjasama Biro Dakwah dan Intelektual ,Mantiqah Irbid akan mengadakan SOLAT HAJAT PERDANA (sempena Imtihan Nihaie) pada :
Masa : 8.00 PM
Tarikh : 15 Mei 2015
Hari : Jumaat
Tempat : Rumah Dungsul Sabah
Tarikh : 15 Mei 2015
Hari : Jumaat
Tempat : Rumah Dungsul Sabah
~Antara yang menarik :
sedikit perkongsian & tausiyah dari orang LEGEND kita .. saudara Mukmin Sabahan..nantikan !!
sedikit perkongsian & tausiyah dari orang LEGEND kita .. saudara Mukmin Sabahan..nantikan !!
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum....
Berkata Al-Imam Al-Ghazali :
من أزاد الله علما ولم يزدد هدى فلم يزدد الله إلا بعدى
Sesiapa yang ditambahkan allah padanya akan ilmu, tetapi tidak bertambah hidayah dan petunjuk, maka tidak ditambahkan kepadanya melainkan jauh daripada rahmat allah.
Rasulullah saw bersabda :
Sebaik-baik umatku adalah yang orang-orang hidup pada zamanku (para sahabat) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka (tabi’in) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka (tabi’ut tabi’in).
Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad dan lainnya
Cocombee Studio: http://www.cocombees.com Sertai kami di Facebook: http://www.fb.com/CocombeeComFollow di Twitter: http://www.twitter.com/Cocombee
Biro Dakwah dan Intelektual,
program
~ SOLAT HAJAT PERDANA MANTIQAH MU'TAH ~
8:23 AM Unknown 0 Comments
Biro Dakwah dan Intelektual,
program
:: SOLAT HAJAT PERDANA MANTIQAH MAFRAQ ::
8:20 AM Unknown 0 Comments
Assalamualaikum warahmatullah & salam sehangat Nihaie ..
-Mantiqah MafraQ-
Dengan kerjasama Biro Dakwah dan Intelektual , mantiqah Mafraq telahpun mengadakan SOLAT HAJAT PERDANA (sempena Imtihan Nihaie) pada :
HARI :KHAMIS
TARIKH : 07 MEI 2015
MASA : Sebelum Maghrib
~Antara yang menarik :
sedikit perkongsian & tausiyah dari orang LEGEND kita .. siapakah dia ???? nantikan !!
jeng jeng jeng ..
- ZUHUD -
Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ
“Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya. An Nawawi mengatakan hadits ini hasan).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “ Zuhud adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat di akhirat, adapun sikap wara’ adalah meninggalkan perkara yang dkhawatirkan menimbulkan kemudharatan di akhirat”.
Imam Ahmad membahagikan zuhud kepada tiga jenis :
1) Meninggalkan perkara haram. Inilah zuhudnya kebanyakan orang.
2) Meninggalkan berlebih-lebihan dalam perkara halal. Inilah zuhudnya orang-orang khusus.
3) Meninggalkan hal-hal yang menyibukkan dari beribadah kepada Allah. Inilah zuhudnya orang-orang yang berlimu. (Dinukil dari Bahjatun Nadzirin Syarh Riyadhus Salihin)
Adapun yang dimaksud zuhud dengan yang dimiliki manusia adalah tidak memperhatikan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dalam hadits di atas Nabi memotivasi agar bersikap zuhud dengan apa yang dimilik oleh orang lain, karena hal ini merupakan sebab kecintaan manusia kepada kita. (Lihat Syarh Arbain An Nawawi li Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin).
Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ
“Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya. An Nawawi mengatakan hadits ini hasan).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “ Zuhud adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat di akhirat, adapun sikap wara’ adalah meninggalkan perkara yang dkhawatirkan menimbulkan kemudharatan di akhirat”.
Imam Ahmad membahagikan zuhud kepada tiga jenis :
1) Meninggalkan perkara haram. Inilah zuhudnya kebanyakan orang.
2) Meninggalkan berlebih-lebihan dalam perkara halal. Inilah zuhudnya orang-orang khusus.
3) Meninggalkan hal-hal yang menyibukkan dari beribadah kepada Allah. Inilah zuhudnya orang-orang yang berlimu. (Dinukil dari Bahjatun Nadzirin Syarh Riyadhus Salihin)
Adapun yang dimaksud zuhud dengan yang dimiliki manusia adalah tidak memperhatikan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dalam hadits di atas Nabi memotivasi agar bersikap zuhud dengan apa yang dimilik oleh orang lain, karena hal ini merupakan sebab kecintaan manusia kepada kita. (Lihat Syarh Arbain An Nawawi li Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin).
Antara
hadiah yg boleh kita berikan pd ibu ayah kita. Pasti kehairanan org yg
melahir dan membesarkan kita tiba-tiba dipakaikan mahkota di akhirat
kelak, kerana melahirkan seorang penghafaz dan pengamal Quran.
“Sesiapa membaca al-Quran dan beramal dengan apa yang terkandung dalamnya maka kedua-dua ibu bapanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinaran mahkota itu akan melebihi daripada cahaya matahari, sungguhpun matahari itu berada di dalam rumah-rumah kamu di dunia ini”.
(Hadis Riwayat Ahmad dan Abu Daud)
Ayuh menghafal
.: RUH Dibina, MINDA Dijana :.
“Sesiapa membaca al-Quran dan beramal dengan apa yang terkandung dalamnya maka kedua-dua ibu bapanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinaran mahkota itu akan melebihi daripada cahaya matahari, sungguhpun matahari itu berada di dalam rumah-rumah kamu di dunia ini”.
(Hadis Riwayat Ahmad dan Abu Daud)
Ayuh menghafal
.: RUH Dibina, MINDA Dijana :.
[ BEDAH BIBLE ]
Assalamualaikum wbt.Alhamdulillah dengan limpah kurnia dan izinNya terlaksana juga munaqosyah ilmiah bagi mantiqah mafraq.Jutaan terima kasih di ucapkan bagi yang hadir serta melaksanakan program ini.
Tarikh : 30 April 2014 ( Rabu )
Tempat : Bayt Akmal Hafizah ( Bayt Borneo )

:: Seketika Bersama ::
:: Penceramah Bersama Pengarah Program ::
:: Anak-anak Sabah ::
Sekian,Terima Kasih .
Sekian,Terima Kasih .
Assalamualaikum wbt.
Post kali ini kami ingin berkongsi antara tips untuk mengulangkaji pelajaran memandangkan peperiksaan akhir kita yang hanya berbaki beberapa mingu sahaja lagi. Mudah-mudahan perkongsian tips ini dapat kita sama-sama manfaatkan dan juga disebarkan kepada rakan-rakan kita yang lain. Biro dakwah & intelektual mengucapkan selamat maju jaya dan selamat menempuh minggu-minggu terakhir sebelum peperiksaan akhir.
:: RUH Dibina, MINDA Dijana ::
Entri Populer
-
TAKE NOTE THIS ! Assalamualaikum [ KEMPEN SIFAR GHIAB ] InsyaAllah bermula hari ini di bawah unit Pembangunan Akademik MMY serta ker...
-
[ COUNTDOWN RAMADHAN ] 30 hari lagi InsyaAllah . persiapkan diri semua ! menuju Ramadhan, bulan yang mulia, penuh barakah. اَللُهُمَّ بَا...
-
Assalamualaikum wbt Tahniah diucapkan kepada adik-adik yang berjaya melanjutkan pengajian ke Jordan dan Barisan Kepimpinan Baksi...



























